Apa itu SSL pada Website dan Cara Mengaktifkannya

SSL dikembangkan oleh Netscape dan pertama kali muncul pada tahun 1996. SSL menjadi browser dengan pengguna terbanyak sebelum adanya Internet Explorer di tahun 1990.  Pada saat ini Netscape sudah memikirkan mengenai bagaimana menjadikan internet supaya tetap aman untuk semua pelanggannya. 

Kemudian versi pertama SSL muncul dalam versi 3.0, yang pada akhirnya versi ini menjadi cikal bakal perkembangan TLS (Transport Layer Security) yaitu sebagai standar protokol dari Internet Engineering Task Force (IETF). Untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu SSL dan bagaimana cara mengaktifkannya, simak penjelasanya dibawah ini ya.

 

Apa itu SSL?

Secure Socket Layer atau biasa disebut dengan SSL merupakan sebuah protokol keamanan yang digunakan sebagian besar transaksi aman pada internet. Kegunaan hal ini yaitu untuk membangun koneksi yang terenkripsi atau aman antara web server dengan client atau juga antara mail server dengan mail client. Suatu protokol transfer TCP diubah koneksinya oleh SSL menjadi sebuah saluran komunikasi yang aman sebagai perlindungan komunikasi yang sifatnya sensitif, sehingga koneksi antara server dan juga client bisa terhindar dari pihak lainnya yang tidak memiliki kepentingan.

Cara bagi perusahaan untuk mengenkripsi data sebelum dikirimkan ke pengguna, serta mencegah pihak lain untuk membacanya saat data sedang dalam proses adalah menggunakan pengaman ini. SSL memungkinkan informasi sensitif seperti username, password, kartu kredit, dan informasi penting lainnya.

Cara mengaktifkan SSL

Setelah mengetahui apa itu SSL, selanjutnya cara mengaktifkan SSL dengan mudah, berikut langkah-langkahnya.

1. Login ke halaman cPanel website kamu. Caranya ketikan namadomain/cpanel di mesin pencari, setelah itu masukkan username dan password untuk login ke halaman cPanel.

2. Buka menu SSL/TLS di bagian security. Kesatuan pembentuk SSL berada pada menu ini untuk memasukkan CSR, Private Key, dan CA Bundle.

3. Langkah yang selanjutnya, yaitu dengan copy-paste kode dari CSR, Private Key, dan CA Bundle yang sudah dimiliki oleh masing-masing kategori. Satu kode CSR hanya berlaku untuk satu CA bundle dan satu CA bundle saja. Kode ini tidak bisa digunakan dengan kode lain kecuali kode yang telah menjadi satu kesatuan.

4. Jika semua langkah tadi sudah selesai dan benar, maka SSL sudah diinstal di website kamu. Durasi yang dimiliki oleh SSL ini sangat tertentu, jadi jangan lupa untuk mengecek kapan waktu SSL akan berakhir. Lakukan set up ulang pada website mu ketika waktu SSL sudah terlewat.

 

Fungsi SSL 

1. SSL Mengenkripsi informasi sensitif

SSL digunakan sebagai keamanan suatu website, terutama untuk informasi yang sifatnya sensitif dan dikirimkan melalui internet. Dengan menggunakan SSL maka informasi yang bersifat sensitif yang telah dikirim akan di enkripsi dan diacak terlebih dahulu. Sehingga tidak ada yang dapat membacanya kecuali hanya alamat yang ditujukan. Tentunya akan sangat berguna ketika kamu menggunakan akun, kartu kredit,nama, password, alamat, dan yang lainya. 

2. SSL Menyediakan authentication 

Authentication ini berfungsi untuk memastikan bahwa informasi pribadi yang kamu kirim memiliki alamat yang benar, sehingga tidak akan dikirim kepada pihak lain yang ingin mencoba mencuri data pribadi. Pihak lain yang tidak memiliki keperluan biasanya akan berpura-pura menduplikat website supaya kamu percaya dan mengirimkan data pribadi pada mereka. 

Dengan memasang SSL pada website maka hal demikian tidak akan terjadi. Karena terdapat proses authentication saat mengirim data dan enkripsi data. 

3. SSL Memberikan kepercayaan 

SSL akan memberikan logo gembok di halaman URL dan dapat dijadikan pedoman agar para pelanggan percaya terhadap website tersebut. Jika kamu tidak menggunakan SSL, baik itu yang gratis maupun berbayar maka akan ada tulisan not secure/tidak aman dan berwarna merah. Business Insider melakukan survey dan membuktikan bahwa 74% keranjang belanja dari pelanggan akan ditinggalkan karena website tersebut tidak memiliki fitur SSL.

4. SSL Untuk kepatuhan PCI

PCI atau kepanjangan dari (Payment Card Industry) akan memberikan syarat pada website yang telah melakukan transaksi. Website yang telah melakukan transaksi menggunakan kartu kredit diwajibkan untuk menggunakan SSL.

 

Itulah tadi penjelasan mengenai apa itu SSL dan cara mengaktifkannya, semoga bermanfaat. Dan untuk kamu yang sedang mencari jasa backlink yang terpercaya dan ditangani langsung oleh orang yang berpengalaman. Kamu bisa menggunakan layanan jasa backlink pbn. Layanan ini sudah mendapat banyak kepercayaan dari konsumen, dan sudah banyak konsumen yang bekerjasama, sekarang giliran kamu.

About the Author: adminalbertcohen