Cara Membuat Kontrak Kerja Sama Bisnis yang Aman

kontrak perjanjian kerjasama

Bagi Anda yang sudah lelah bekerja di kantor dan ingin membuka usaha, maka Anda bisa mencari rekan bisnis untuk bekerjasama. Kerja sama ini akan memberi Anda bantuan dalam bentuk modal usaha, pengadaan barang, dan berbagai hal penting lainnya. Dalam melakukan kerja sama tersebut pastikan juga Anda sudah menyiapkan kontrak kerja sama untuk pihak-pihak yang terlibat.

Hal ini penting untuk dilakukan karena membuat perjanjian tidak bisa sebatas pengucapan saja. Ada banyak hal yang harus diperhatikan agar perjanjian kerja sama yang tertulis tidak sebatas angin kosong.

Membuat Kontrak Kerja Sama Bisnis yang Baik dan Benar

kontrak perjanjian kerjasama

Sebuah kontrak perjanjian kerjasama idealnya memuat beberapa hal berikut ini sebagai syarat sah dan berlakunya sesuai hukum dan perundang-undangan:

1. Syarat Sah Sesuai KUH Perdata

Hal paling esensial yang harus Anda lakukan dalam membuat kontrak perjanjian kerja sama adalah memahami syarat sesuai KUH Perdata Pasal 1320. Sebuah kontrak perjanjian kerja sama harus terjadi atas dasar:

  • Terjadi ikatan kesepakatan masing-masing pihak.
  • Pihak yang membuat kesepakatan cakap dan paham terkait perbuatan hukum, tidak dalam pemaksaan, dan tidak berada di bawah wali siapapun.
  • Objek yang diperjanjikan harus jelas.
  • Dibuat berdasarkan ketentuan hukum yang tidak melanggar undang-undang.

2. Nama Pihak yang Terlibat

Kontrak kerja sama harus dibuat dengan menyertakan nama-nama yang terlibat di dalamnya. Termasuk soal kelengkapan identitas diri masing-masing pihak yang diperlukan. Seperti alamat lengkap, nomor handphone, dan lain sebagainya.

Pihak yang terlibat juga harus menuliskan data diri sesuai dengan yang sebenar-benarnya. Dilarang mencantumkan data palsu dengan alasan apapun yang mana hal tersebut bisa dikenakan sangsi sesuai perundang-undangan.

3. Durasi Kerja Sama

Dalam mengembangkan sebuah bisnis tentu memerlukan target capaian berdasarkan durasi tertentu. Oleh sebab itu idealnya sebuah kontrak perjanjian kerja sama bisnis juga harus memiliki durasi yang disepakati kedua pihak.

Durasi kerja sama bisa ditentukan berdasarkan hak dan kewajiban apa saja yang harus dipenuhi. Seperti misalnya pembagian hasil, waktu pengadaan barang, masa berakhirnya kerja sama dan lain sebagainya.

4. Pembagian Hasil

Apabila kontrak kerja sama yang dibuat adalah tentang penanaman modal dan bagi hasil, maka Anda harus mencantumkan hitung-hitungan dan angka pasti yang sesuai. Selanjutnya kedua pihak harus menyepakati hal tersebut dan memenuhi hak maupun tanggung jawabnya. Pemilik atau pemberi modal harus memberikan dana sesuai jumlah dan waktu yang disepakati. Lalu pengelola usaha wajib membayar dan memberi bagi hasil dengan jumlah persentase yang sesuai dan sama-sama menguntungkan.

5. Ketentuan Tambahan

Sebagai pemilik usaha, Anda berhak untuk mencantumkan ketentuan tambahan lainnya lewat lembar kerja sama tersebut. Ketentuan tambahan ini sifatnya sah dan boleh dilakukan selagi tidak melanggar hukum maupun undang-undang yang berlaku.

 

Itulah 5 cara membuat kontrak kerja sama yang aman sehingga dapat menguntungkan dan saling menjaga pihak-pihak yang terlibat.

You May Also Like

About the Author: adminalbertcohen