Kenali Gejala Depresi dan Cara Tepat Atasi Depresi

depresi

Bagaimana sebenarnya mengenali depresi? Bagaimana sebenarnya gejala depresi? Dan bagaimana cara cepat dan tepat atasi depresi.

 

Depresi merupakan gangguan psikologis serius yang berkaitan dengan mood, emosi dan perasaan seseorang. Depresi sendiri dapat menimbulkan banyak penyakit fisik yang serius. Itu sebabnya penting untuk mengenali gejala depresi dan memahami cara tepat atasi depresi.

Penanganan depresi juga tidak dapat dilakukan hanya dengan terapi psikologis. Diperlukan langkah yang lebih berkesinambungan untuk membantu pasien pulih dari depresi baik dengan terapi fisik dan terapi psikis.

Apa Sebenarnya Depresi?

Depresi dalam pandangan medis dikategorikan sebagai gangguan psikologis. Kondisi ini terjadi karena pasien mengalami tekanan batin yang berat hingga menyebabkan pasien secara mental mengalami drop.

Depresi biasanya berkaitan dengan kesedihan yang mendalam. Akibat kesedihan ini pasien kehilangan gairah dan antusiasme untuk menjalankan kehidupan normalnya. Mereka tenggelam dalam kesedihan dan menjadi terlalu emosi. Kadang mereka bisa sampai berniat bunuh diri atau mencelakai orang lain.

Kondisi ini mempengaruhi mood, emosi, perasaan dan perangai seseorang. Pasien akan mengalami fluktuasi emosi dan mood yang cukup berat akibat depresi yang dialaminya. Meski respon setiap pasien akan kondisi depresi yang mereka alami akan berbeda untuk tiap individu.

Meski penyebab utama dari depresi adalah kondisi tekanan emosi sedih yang kuat. Ternyata beberapa kondisi fisik dapat meningkatkan resiko seseorang mengalami depresi. Hingga sulit untuk melihat depresi hanya dari sudut pandang psikologis semata.

Depresi dapat dipengaruhi oleh ketidak seimbangan hormonal, rasa lelah yang terus menerus, sirkulasi darah yang tidak lancar, obesitas, kebiasaan mengkonsumsi obat tertentu dan alkohol hingga pola makan yang tidak sehat.

depresi

Pahami gejala depresi

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, gejala dari depresi tidak muncul dengan cara yang sama. Beberapa pasien akan menunjukan perangai agresif dan histeris sedang beberapa justru menunjukan kondisi sangat tertekan secara emosi.

Tetapi kadang muncul pula gejala depresi yang lebih pasif. Pasien justru tampak kehilangan antusiasme, tidak bergairah, lebih banyak diam termenung dalam waktu lama dan kehilangan kemampuan konsentrasi.

Gejala depresi yang juga kerap muncul adalah pola makan yang berubah drastis. Bisa menjadi sangat suka makan atau malah sama sekali tidak mau makan. Pasien juga bisa menunjukan gejala insomnia, tetapi ada pula yang justru terus menerus tidur dan merasa lelah.

Kadang muncul gejala fisik yang menyertai depresi seperti rasa nyeri di beberapa titik tubuh tanpa alasan, migrain hebat, sesak nafas, nyeri lambung terus-menerus, dorongan mual dan muntah hingga perubahan tekanan darah yang drastis, bisa menjadi cukup tinggi atau malah menjadi rendah.

Pada umumnya seseorang dapat dikatakan mengalami depresi bila menunjukan gejala depresi dalam waktu sekitar 2 minggu. Setelah masa dua pekan, harus ada cara tepat atasi depresi sebelum depresi memberi efek buruk pada kondisi pasien.

Bagaimana Cara Mengatasi Depresi?

Depresi bukan kondisi yang bisa diabaikan. Bila tidak segera menemukan cara tepat dan cepat atasi depresi, maka pasien beresiko untuk mengalami sejumlah kondisi kesehatan seperti diabetes, stroke, gastritis, GERD, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, hingga gangguan persendian serius.

Terapi depresi bersifat kompleks. Terapi dilakukan termasuk dengan konsultasi psikologis, pengobatan dengan terapi antidepresan dan mungkin bila perlu terapi tambahan lain seperti dengan terapi hormonal, terapi saraf dan terapi tekanan darah.

Bersamaan dengan itu, pasien juga perlu mengatur kembali pola makan dan pola istirahat. Mulai kembali rutin menjalankan olahraga ringan untuk mengembalikan fungsi sirkulasi darah supaya kembali lancar.

Itulah gambaran mengenai bagaimana sebenarnya penyakit depresi dan apa saja gejala depresi sebenarnya. Termasuk pula memahami cara tepat menurut pandangan medis dalam atasi depresi.

You May Also Like

About the Author: adminalbertcohen